Breaking News

Latest updates and breaking stories • October 21, 2025 • Stay informed with reliable news coverage

Tuesday, 21 October 2025
4 min read

Mediacepat.com

Berita Tercepat, Informasi Aktual

Mancanegara
4 min read

China Bangun Sistem Energi Terbarukan Terbesar, Dunia Kaget!

China resmi memimpin revolusi energi bersih dunia dengan proyek pembangkit terbarukan terbesar yang pernah ada. Dari tenaga surya, angin, hingga penyimpanan energi, semuanya menandai era baru global.

S

Shafira

October 21, 2025 at 2:09 PM
Share:
China Bangun Sistem Energi Terbarukan Terbesar, Dunia Kaget!

Bayangkan sebuah negara yang bisa menghasilkan lebih dari dua miliar kilowatt listrik hanya dari energi hijau. Itulah yang kini berhasil dicapai China. Negeri Tirai Bambu ini tengah menegaskan posisinya sebagai raksasa energi terbarukan dunia dengan proyek yang skalanya belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi di balik pencapaian itu, ada pertanyaan menarik: mampukah dunia mengikuti langkah China?


China Siap Pimpin Dunia di Era Energi Hijau

China telah mencapai tonggak besar dalam sejarah energi global. Hingga Mei 2025, kapasitas energi terbarukan yang terpasang di negara itu menembus 2,09 miliar kilowatt (2.090 GW). Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode 2016–2020.


Menurut data National Development and Reform Commission (NDRC), kini sekitar sepertiga listrik yang dikonsumsi masyarakat China berasal dari sumber energi hijau. Capaian ini bukan hanya catatan statistik—ini sinyal kuat bahwa transisi energi bersih benar-benar sedang terjadi, dan China menjadi motor utamanya.


Angin dan Matahari Jadi Andalan Utama

Tak bisa dipungkiri, tenaga angin dan surya adalah tulang punggung strategi energi baru China. Tahun 2024 lalu saja, China menambah sekitar 357 GW kapasitas pembangkit baru dari dua sumber tersebut — meningkat 45% dibanding tahun sebelumnya.


Artinya, hampir setiap minggu ada pembangkit baru yang dibangun. Dengan kecepatan seperti ini, bukan tidak mungkin China mencapai target “carbon neutrality” lebih cepat dari yang diperkirakan.


Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021–2025), proporsi energi terbarukan dalam total kapasitas pembangkit meningkat dari 40% menjadi hampir 60%. Angka ini menunjukkan bahwa dominasi batu bara, meski masih besar, mulai tergeser perlahan.


Industri Hijau dari Hulu ke Hilir

Kekuatan China bukan hanya pada kapasitas pembangkit, tapi juga di rantai produksinya. Negeri ini menguasai 70% pasar modul surya dan 60% produksi turbin angin global.

Dengan skala produksi sebesar itu, China mampu menekan harga teknologi hijau hingga jauh lebih murah dibanding kompetitornya.


Bahkan, negara lain kini bergantung pada ekspor panel surya, baterai, dan turbin buatan China. Dalam konteks global, hal ini membuat China bukan sekadar pemain utama, melainkan “pemasok masa depan” energi bersih dunia.


Bukan Sekadar Ramah Lingkungan, Tapi Strategi Global

Langkah besar China membangun energi terbarukan bukan semata demi reputasi atau isu lingkungan. Ini bagian dari strategi ekonomi jangka panjang.

Dengan menguasai teknologi penyimpanan dan produksi massal, China menempatkan dirinya sebagai superpower transisi energi.


Sebuah laporan Financial Times mencatat bahwa China diprediksi akan menyumbang 43% pertumbuhan kapasitas penyimpanan energi global hingga 2035. Itu artinya, hampir setengah dari baterai penyimpanan energi dunia akan datang dari pabrik-pabrik China.


Lebih jauh, pendekatan China ini juga membantu menurunkan harga teknologi energi hijau secara global, membuka peluang bagi negara berkembang untuk ikut bertransisi tanpa biaya yang terlalu besar.


Namun, Tak Semua Berjalan Mulus

Meski terlihat spektakuler, proyek energi raksasa ini tetap menyimpan tantangan besar. Salah satunya adalah kesenjangan antara kapasitas dan produksi aktual.

Menurut laporan Reuters, hanya sekitar 22,5% listrik yang dikonsumsi China pada kuartal I 2025 berasal dari tenaga angin dan surya, meskipun kapasitas terpasangnya sudah melampaui pembangkit termal.


Masalah utamanya terletak pada jaringan transmisi dan sistem penyimpanan energi yang belum sepenuhnya siap. Banyak wilayah memiliki pembangkit besar tapi belum bisa menyalurkan listrik secara efisien ke pusat industri.


Selain itu, ketergantungan China pada batu bara masih tinggi. Meski banyak pembangkit hijau dibangun, China juga terus menambah pembangkit batu bara baru untuk menjaga pasokan stabil. Ini menimbulkan paradoks dalam upaya transisi energinya.


Proyek Energi Raksasa yang Kontroversial

China juga dikenal gencar membangun bendungan hidro raksasa sebagai bagian dari strategi energi terbarukan. Namun proyek-proyek seperti ini sering kali menimbulkan kontroversi lingkungan.

Salah satunya adalah pembangunan bendungan besar di Sungai Yarlung Tsangpo di Tibet, yang dikritik karena berpotensi mengubah aliran air lintas negara dan mengancam ekosistem lokal.


Beberapa organisasi lingkungan menilai China perlu lebih transparan dalam menilai dampak ekologis proyek-proyek ini. Namun di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa semua proyek strategis dilakukan untuk memastikan stabilitas energi jangka panjang.


Pelajaran untuk Indonesia dan Dunia

Apa yang bisa kita pelajari dari langkah besar China ini?

Pertama, skala dan komitmen pemerintah memegang peranan penting. Tanpa dukungan penuh dari negara, transisi energi tak akan berjalan cepat.


Kedua, penguatan industri lokal menjadi kunci agar negara tidak sekadar menjadi konsumen, tapi juga produsen teknologi hijau.

China mampu menekan biaya energi hijau karena seluruh rantai produksinya — dari bahan baku hingga produk akhir — dilakukan di dalam negeri.


Ketiga, infrastruktur penyimpanan dan jaringan listrik pintar harus dikembangkan seiring peningkatan kapasitas energi bersih. Tanpa itu, energi hijau hanya akan menjadi angka di atas kertas.


Bagi Indonesia, langkah China bisa menjadi cermin. Negeri ini memiliki potensi besar dalam energi surya, angin, dan panas bumi. Namun tanpa strategi industrialisasi yang kuat, transisi energi hanya akan menjadi wacana tanpa arah yang jelas.


Masa Depan Energi Dunia

China saat ini bukan hanya pemain besar, tetapi juga arah masa depan energi dunia. Dengan teknologi baterai dan panel surya yang terus berkembang, mereka perlahan membentuk peta baru industri global.


Jika tren ini berlanjut, tidak mustahil dalam satu dekade ke depan, listrik di sebagian besar wilayah Asia akan didorong oleh energi bersih buatan China.

Namun pertanyaannya, apakah dominasi ini akan mempercepat transisi global — atau justru menciptakan ketergantungan baru terhadap teknologi China?


Dunia Menuju Arah Baru

Apa pun jawabannya, satu hal jelas: masa depan energi dunia kini bergerak ke arah timur. China telah menunjukkan bahwa energi hijau bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang sedang dibangun secara nyata.


Pertanyaannya sekarang, apakah negara lain siap mengejar?

Karena pada akhirnya, transisi energi bukan soal siapa yang tercepat, tapi siapa yang paling siap membangun masa depan yang berkelanjutan.

Tags:
Mancanegara News 850 words
Share this article:

Comments (0)

No comments yet

Be the first to share your thoughts about this article!

Leave a Comment

Captcha

Related Articles

5 articles