Asus Rilis ROG Xbox Ally: Konsol Handheld Seharga Rp10 Juta Siap Tantang Steam Deck
Siapa bilang main game AAA cuma bisa di PC mahal atau konsol besar? Asus baru saja membuktikan sebaliknya lewat peluncuran ROG Xbox Ally, konsol handheld terbaru yang digadang-gadang bisa menyaingi Steam Deck dan Lenovo Legion Go. Dengan harga mulai Rp10 juta, perangkat ini langsung jadi sorotan para gamer di seluruh dunia.
Konsol Mini, Performa Gahar
Konsol handheld ini bukan sekadar versi kecil dari PC gaming. Asus membawa performa laptop gaming ke dalam genggaman tangan. ROG Xbox Ally dibekali prosesor AMD Ryzen Z2 A, GPU AMD Radeon Graphics, dan RAM 16 GB LPDDR5X, spesifikasi yang cukup untuk menjalankan game kelas berat seperti Elden Ring, Cyberpunk 2077, hingga Forza Horizon 5 dengan lancar.
Bayangkan saja, kamu bisa main game open-world grafis tinggi tanpa perlu duduk di meja kerja. Cukup duduk santai di sofa atau di kafe, dan semuanya bisa dimainkan langsung di genggaman.
Desain Ergonomis dan Layar Premium
Salah satu keunggulan utama ROG Xbox Ally adalah layar Full HD 7 inci dengan refresh rate 120 Hz. Ini artinya, visual game tampil super halus dan tajam, bahkan di game yang menuntut respons cepat seperti Call of Duty atau Valorant. Asus juga menyematkan kecerahan hingga 500 nits, membuatnya nyaman dimainkan di luar ruangan.
Dari segi desain, bodinya ramping namun kokoh, dengan grip yang pas di tangan. Bobotnya hanya sekitar 608 gram, sedikit lebih ringan dari beberapa kompetitornya. Bagi gamer mobile, ini jelas jadi nilai tambah besar.
Kerja Sama Resmi dengan Xbox
Menariknya, Asus tidak berjalan sendiri. ROG Xbox Ally hadir dengan kolaborasi resmi bersama Xbox, lengkap dengan Xbox Game Pass Ultimate selama tiga bulan gratis. Artinya, pengguna bisa langsung menikmati ratusan game dari ekosistem Xbox tanpa harus membeli satu per satu.
“Kerja sama ini membuka akses gamer ke dunia Xbox secara lebih fleksibel,” ujar wakil Asus Gaming Division Asia Tenggara. “Kamu bisa main game favorit di mana saja, tanpa batas.”
Sistem Pendingin Canggih
Masalah terbesar handheld biasanya ada di panas berlebih. Tapi Asus sudah mengantisipasi itu lewat sistem pendingin ROG Zero Gravity Thermal System, yang menggunakan dua kipas mini dan vapor chamber agar suhu tetap stabil bahkan setelah berjam-jam bermain.
Dari hasil uji internal, suhu maksimal ROG Ally tetap di bawah 40 derajat Celsius, bahkan saat menjalankan game berat. Ini menjadi pembeda signifikan dari kompetitor seperti Steam Deck yang kerap panas di sesi panjang.
Dukungan Windows 11: Fleksibel untuk Semua Game
Asus ROG Xbox Ally menggunakan Windows 11 Home, bukan sistem operasi custom seperti SteamOS atau Linux. Jadi kamu bisa menginstal game dari berbagai platform—mulai dari Steam, Epic Games, Battle.net, hingga Xbox Game Pass—semuanya jalan lancar.
Dengan dukungan penuh Windows, pengguna juga bisa menginstal aplikasi produktivitas seperti Office atau bahkan menggunakannya untuk editing ringan. Artinya, perangkat ini bukan cuma mesin game, tapi juga mini laptop portabel.
Harga dan Varian
Untuk pasar Indonesia, Asus membanderol ROG Xbox Ally dengan dua varian:
- ROG Ally Ryzen Z2 A (4-core 8 Thread) – Rp9.999.000
- ROG Ally Ryzen Z2 Extreme (6-core 16 Thread) – Rp14.999.000
Keduanya hadir dengan penyimpanan SSD NVMe 512 GB, yang bisa di-upgrade hingga 2 TB. Asus juga menawarkan paket bundling dengan ROG XG Mobile eGPU, untuk meningkatkan performa grafis ke level desktop—meski harganya tentu melonjak jauh di atas Rp20 juta.
Tantangan untuk Steam Deck dan Legion Go
Masuknya ROG Xbox Ally ke pasar handheld menandai babak baru dalam kompetisi konsol portable. Selama ini, Steam Deck mendominasi pasar, namun hanya berbasis Linux. Sementara itu, Legion Go milik Lenovo menawarkan layar lebih besar tapi dengan bobot lebih berat.
Dengan kombinasi performa tinggi, desain ringan, dan dukungan Windows penuh, Asus punya peluang besar menggeser posisi dominan kompetitornya.
Apalagi, menurut laporan Statista 2025, tren handheld gaming meningkat hingga 47% dalam dua tahun terakhir, menandakan pasar ini makin potensial.
Respons Para Gamer
Sejak diumumkan, ROG Xbox Ally langsung jadi topik panas di forum dan media sosial. Banyak gamer memuji desain dan spesifikasinya, meski sebagian menyoroti daya tahan baterainya yang hanya bertahan 2–3 jam untuk game berat.
Namun, Asus menegaskan bahwa perangkat ini mendukung fast charging 65W, yang mampu mengisi daya dari 0 hingga 50% hanya dalam 30 menit. Jadi, untuk sesi gaming cepat atau perjalanan singkat, daya bukan masalah besar.
Kesimpulan: Konsol Serius untuk Gamer Mobile
ROG Xbox Ally menunjukkan bahwa handheld bukan lagi sekadar alat hiburan ringan. Ini adalah konsol serius dengan performa sekelas PC gaming. Bagi kamu yang ingin fleksibilitas tanpa mengorbankan grafis dan performa, perangkat ini jelas patut dipertimbangkan.
Asus tampaknya tidak main-main masuk ke ranah ini, dan kolaborasinya dengan Xbox menandai langkah besar dalam evolusi gaming portabel.
Jadi, bagaimana menurut kamu?
Apakah ROG Xbox Ally ini cukup kuat untuk menggantikan laptop gaming di masa depan, atau masih belum bisa menandingi sensasi konsol besar seperti PlayStation 5?