Viral! Turis Korea Terbang Paralayang di Atas Bromo, TNBTS: Kami Tak Izinkan!

Aksi turis Korea Selatan yang menerbangkan paralayang di kawasan suci Gunung Bromo viral di media sosial. TNBTS menegaskan kegiatan tersebut dilarang keras. Simak fakta selengkapnya.
A

Alexa

Published on September 13, 2025 at 9:34 AM

Gunung Bromo kembali menjadi sorotan. Bukan karena sunrisenya yang memesona, melainkan karena sebuah video viral yang menunjukkan seseorang berparalayang di atas kawasan suci tersebut. Ternyata, pelakunya adalah seorang turis Korea Selatan yang nekat melanggar aturan.


Kala Paralayang Oranye Menari di Atas Bromo


Bayangkan Anda sedang menikmati keheningan Bromo. Tiba-tiba, langit biru dihiasi parasut oranye yang melayang bebas. Itulah pemandangan mengejutkan yang sempat menghebohkan pengunjung sekitar dua bulan lalu. Video tersebut akhirnya menyebar luas di media sosial, memantik decak kagum sekaligus tanda tanya besar.


Siapa gerangan yang berani terbang di kawasan yang jelas-jelas melarang aktivitas paralayang? Spekulasi pun bermunculan, hingga seorang guide lokal akhirnya membuka suara.


Bukan Wisatawan Lokal, Ternyata Turis dari Negeri Ginseng


Efendy, seorang pemandu wisata di Bromo, mengonfirmasi bahwa ia menyaksikan langsung kejadian itu. Awalnya, ia mengira pelakunya adalah orang Indonesia. Namun, ternyata dugaannya meleset.


"Saat itu saya di lokasi. Saya sempat mengira orang Indonesia. Ternyata turis asal Korea Selatan. Wong setelah terbang di situ langsung geser ke Bali, kok," ungkap Efendy, seperti dikutip pada Jumat (12/9/2025). Fakta ini menunjukkan bahwa pelaku adalah wisatawan asing yang, diduga, tidak memahami atau mengabaikan aturan yang berlaku.


TNBTS Buka Suara: "Ini Kawasan Sakral, Kami Tidak Mengizinkan!"


Lantas, apa tanggapan pihak berwenang? Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan sikap tegas mereka. Melalui Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, mereka menyatakan sangat menyesalkan tindakan tersebut.


β€œKami tidak mengizinkan, apalagi kawasan Bromo adalah wilayah yang sakral bagi masyarakat Tengger,” tegas Septi. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Bagi masyarakat Suku Tengger, Gunung Bromo adalah tempat yang suci dan penuh dengan nilai spiritual. Aktivitas yang dianggap tidak sopan, seperti paralayang, jelas sebuah pelanggaran terhadap kearifan lokal.


Mengapa Paralayang Dilarang di Kawasan Bromo?


Pertanyaan ini mungkin muncul di benak banyak orang. Jika di tempat lain paralayang adalah olahraga yang seru, mengapa di Bromo justru dilarang? Alasannya multidimensi.


Pertama, seperti yang sudah disinggung, adalah alasan kultural dan religius. Bromo bukan sekadar objek wisata biasa. Ia adalah rumah bagi keyakinan dan tradisi masyarakat Tengger. Kegiatan yang bersifat rekreasional dan β€œmain-main” di atas kawasan suci dianggap tidak menghormati budaya setempat.


Kedua, dari segi keamanan dan konservasi. Kawasan Taman Nasional adalah area yang dilindungi. Aktivitas paralayang berisiko mengganggu ekosistem dan keamanan pengunjung lain. Angin di sekitar Bromo juga dikenal tidak terduga, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pilot paralayang sendiri.


Detik-Detik Viral: Dari Langit Bromo ke Layar Ponsel


Video yang beredar cukup jelas menggambarkan momen tersebut. Seseorang dengan parasut utama berwarna oranye terlihat melayang dengan bebasnya. Pilot paralayang itu mengenakan pakaian dan helm berwarna putih, kontras dengan langit cerah dan panorama Bromo di belakangnya.


Yang menarik, paraglider tersebut menerbangkan paralayangnya ke arah Gunung Batok. Gunung Batok sendiri merupakan tetangga dekat Gunung Bromo, masih dalam kawasan TNBTS. Aktivitas tidak biasa ini langsung menyedot perhatian.


Beberapa orang yang berada di dekatnya pun terpikat. Tidak sedikit yang langsung mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen langka dan terlarang ini. Tanpa disadari, merekalah yang menjadi sumber viralnya video ini, menunjukkan betapa mudahnya sebuah peristiwa menyebar di era digital.


Lalu, Apa Konsekuensi untuk Turis Korea Selatan Ini?


Ini menjadi pertanyaan besar berikutnya. Sudah jelas aturannya, lalu apa sanksi bagi yang melanggar? Hingga berita ini ditulis, pihak TNBTS belum menyampaikan tindakan lebih lanjut secara detail terhadap turis tersebut.


Namun, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, aktivitas yang mengganggu di taman nasional dapat dikenai sanksi pidana. Kendati demikian, menindak turis asing yang kemungkinan besar telah kembali ke negaranya tentu menjadi tantangan tersendiri.


Kasus ini lebih berfungsi sebagai pengingat keras bagi semua pihak: pengelola, pemandu wisata, dan terutama para wisatawan sendiri untuk lebih disiplin dalam menjaga aturan.


Pelajaran Berharga: Jangan Abaikan Aturan Lokal Saat Berwisata


Apa yang bisa kita petik dari cerita ini? Ini adalah pengingat klasik yang selalu relevan: β€œWhen in Rome, do as the Romans do.” Saat berkunjung ke suatu tempat, terutama yang memiliki nilai budaya dan religi tinggi, hormati aturan dan norma yang berlaku.


Sebagai turis, tugas kita bukan hanya mencari foto yang keren untuk diunggah, tetapi juga menjadi tamu yang baik. Riset kecil tentang adat istiadat dan aturan setempat sebelum berangkat bisa menghindarkan kita dari insiden memalukan dan merusak seperti ini.


Menjaga Bromo: Tanggung Jawab Bersama


Bromo adalah warisan tak ternilai. Menjaganya bukan hanya tugas TNBTS atau masyarakat Tengger, melainkan kewajiban setiap orang yang menginjakkan kaki di sana. Setiap kita memiliki peran untuk melestarikan keindahan dan kesuciannya untuk generasi mendatang.


Tindakan satu orang yang mencari sensasi bisa berdampak pada reputasi banyak pihak dan, yang paling penting, merusak nilai sakral yang telah dijaga ratusan tahun.


Apa Pendapat Anda?


Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai wisatawan ketika berkunjung ke tempat suci atau area yang dilindungi? Apakah Anda setuju jika nantinya diberlakukan sanksi yang lebih tegas, termasuk blacklist bagi turis asing yang melanggar? Bagikan pemikiran Anda di kolom komentar!