Roblox Siap Ikut Regulasi Indonesia, Apa Dampaknya?

Roblox berkomitmen ikut regulasi terbaru Indonesia demi perlindungan anak, mulai dari kontrol orang tua, klasifikasi game, hingga pengawasan konten.
S

Shafira

Published on September 13, 2025 at 11:11 AM

Siapa yang tidak kenal Roblox? Platform game yang digandrungi jutaan anak dan remaja di seluruh dunia ini kini sedang jadi sorotan di Indonesia. Bukan soal gameplay atau update fitur baru, tapi karena keterkaitannya dengan regulasi digital yang makin ketat.

Pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), meminta Roblox untuk benar-benar mematuhi aturan terbaru, terutama yang berkaitan dengan perlindungan anak di dunia maya. Lalu, bagaimana komitmen Roblox menghadapi tuntutan ini? Dan apa artinya bagi jutaan pengguna di tanah air?

Kenapa Roblox Jadi Sorotan?

Roblox bukan sekadar game, tapi sebuah platform dengan jutaan konten buatan pengguna. Anak-anak bisa bermain, berkreasi, bahkan menghasilkan uang dari game yang mereka buat. Tetapi, justru di situlah masalahnya.

Konten yang begitu luas membuat pemerintah khawatir ada celah bagi anak-anak untuk terpapar hal yang tidak sesuai usia. Mulai dari komunikasi dengan orang asing, potensi cyberbullying, hingga konten yang tidak pantas.

Itulah sebabnya pemerintah melalui Kemkomdigi menegaskan bahwa Roblox harus tunduk pada regulasi terbaru, yaitu PP Tunas (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dalam Sistem Elektronik) dan SAMAN (Sistem Kepatuhan Moderasi Konten). Dua regulasi ini dirancang untuk memastikan ruang digital lebih aman, khususnya bagi anak-anak.

Apa Saja Tuntutan Pemerintah?

Kemkomdigi tidak hanya meminta janji, tapi juga langkah nyata. Setidaknya ada empat hal utama yang diminta pemerintah kepada Roblox.

1. Membuka Kantor Perwakilan di Indonesia

Selama ini, perusahaan global sering kali beroperasi tanpa kantor resmi di Indonesia. Pemerintah ingin hal itu berubah. Dengan adanya kantor perwakilan, pengawasan bisa dilakukan lebih dekat dan cepat.

2. Perbaikan Sistem Platform

Roblox diminta memperbaiki sistem komunikasi antar pengguna, terutama untuk anak-anak. Konten buatan pengguna juga harus lebih ketat disaring agar tidak ada yang vulgar atau tidak layak tampil.

Selain itu, fitur kontrol orang tua wajib diperjelas. Tidak semua orang tua melek teknologi, jadi sistem harus lebih mudah diakses agar mereka bisa mengatur apa yang bisa dan tidak bisa diakses anak.

3. Peninjauan Klasifikasi Game

Roblox sudah bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk menyesuaikan klasifikasi game berdasarkan standar lokal. Artinya, game yang tampil akan lebih sesuai dengan usia anak-anak Indonesia.

4. Laporan Operasional dan Pengawasan

Roblox setuju untuk melaporkan operasionalnya kepada Kemkomdigi. Pemerintah juga sedang melakukan assessment akhir untuk memastikan semua janji ini benar-benar dijalankan.

Apakah Roblox Serius?

Ternyata Roblox tidak tinggal diam. Perwakilan resmi mereka sudah bertemu dengan pemerintah Indonesia dan menyampaikan komitmen lewat surat resmi. Isinya mencakup kerja sama dengan IGRS, penguatan sistem moderasi konten, hingga pengembangan fitur parental control.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa komitmen saja tidak cukup. Harus ada bukti nyata di lapangan. Menkomdigi bahkan memberi tenggat waktu sekitar satu hingga dua bulan untuk melihat apakah perbaikan benar-benar dilakukan. Jika tidak, ada kemungkinan pembatasan atau bahkan pemblokiran platform.

Bagaimana Reaksi Publik?

Isu ini langsung menuai beragam reaksi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyambut baik langkah pemerintah. Menurut mereka, Roblox memang harus lebih bertanggung jawab karena pengguna terbesarnya adalah anak-anak.

Di sisi lain, banyak orang tua merasa lega. Mereka khawatir dengan interaksi bebas di platform game, dan regulasi ini bisa menjadi solusi. Namun, sebagian gamer remaja merasa takut aturan baru ini akan membuat pengalaman bermain jadi lebih terbatas.

Menariknya, Kementerian Pendidikan juga ikut angkat bicara. Mereka tidak melarang siswa bermain Roblox, tapi mengimbau agar lebih berhati-hati. Intinya, edukasi tetap jadi kunci utama.

Dampak untuk Anak dan Orang Tua

Bagi anak-anak, perubahan ini bisa berarti pengalaman bermain yang lebih aman. Tidak perlu lagi terlalu khawatir dengan chat dari orang asing atau konten yang tidak pantas.

Untuk orang tua, adanya kontrol yang lebih jelas tentu membantu. Mereka bisa mengatur batasan waktu, jenis game, bahkan interaksi yang dilakukan anak di platform.

Namun, ada satu hal yang perlu diingat. Regulasi bukan berarti menghilangkan risiko sepenuhnya. Anak-anak tetap butuh pendampingan dan komunikasi terbuka dengan orang tua agar pengalaman digital mereka sehat dan menyenangkan.

Dampak untuk Industri Game

Tidak hanya pengguna, industri game lokal juga bisa terkena dampak. Dengan adanya kerja sama dengan IGRS, game buatan kreator lokal bisa lebih mudah mendapat tempat di Roblox. Ini bisa jadi peluang besar untuk developer Indonesia.

Selain itu, regulasi ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius mengatur ruang digital. Bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal keberlanjutan industri kreatif. Jika berjalan baik, Indonesia bisa jadi pasar sekaligus pusat produksi konten game yang diakui global.

Apa Selanjutnya?

Saat ini, Roblox masih dalam tahap penilaian akhir oleh Kemkomdigi. Dalam waktu dekat, kita akan tahu apakah mereka benar-benar memenuhi komitmen atau tidak. Jika semua berjalan lancar, Roblox bisa jadi contoh bagi platform lain.

Tetapi jika gagal, kemungkinan pembatasan hingga pemblokiran tetap ada di meja pemerintah. Dan tentu saja, hal ini akan berdampak pada jutaan anak dan remaja di Indonesia.

Regulasi untuk Siapa?

Pertanyaan yang mungkin muncul adalah: untuk siapa regulasi ini sebenarnya? Jawabannya sederhana, untuk kita semua. Bagi anak-anak agar lebih aman, bagi orang tua agar lebih tenang, dan bagi industri agar lebih sehat.


Pada akhirnya, regulasi hanyalah alat. Yang paling penting adalah bagaimana kita, sebagai orang tua, pengguna, atau kreator, bisa ikut menjaga ruang digital tetap aman dan bermanfaat.


Lalu, menurut kamu, apakah regulasi ini akan membuat Roblox jadi lebih baik, atau justru membatasi kebebasan bermain anak-anak Indonesia?