Darfur, Sudan | Sebuah tragedi memilukan mengguncang Sudan. Pada 31 Agustus 2025, longsor besar menghantam Desa Tarasin di Pegunungan Marrah, Darfur, Sudan Tengah. Hanya dalam hitungan menit, desa itu luluh lantak, menelan ribuan jiwa dan menyisakan kesedihan mendalam.
Desa Hilang, Ribuan Tewas
Data awal menunjukkan lebih dari 1.000 orang tewas, termasuk sekitar 200 anak-anak. Organisasi kemanusiaan Save the Children mencatat setidaknya 150 orang berhasil selamat, dengan 40 di antaranya anak-anak. Namun, kelompok pemberontak Sudan Liberation Movement/Army (SLM/A) menyebut korban tewas bisa lebih dari seribu, dengan hanya satu orang yang benar-benar lolos dari maut.
Hingga kini, pihak berwenang Sudan melaporkan sudah 375 jenazah berhasil ditemukan dan dimakamkan, sementara sisanya masih terkubur di bawah reruntuhan.
Medan Sulit, Evakuasi Ekstrem
Misi penyelamatan bukan perkara mudah. Lokasi Tarasin berada di area pegunungan dengan akses terbatas. Jalan darat banyak yang hancur, sehingga tim hanya bisa menjangkau lokasi menggunakan keledai. Kondisi ini bikin distribusi bantuan medis, makanan, dan logistik berjalan super lambat.
βTim penyelamat menghadapi medan yang ekstrem. Infrastruktur rusak parah, dan waktu terus berjalan,β kata salah satu relawan kemanusiaan.
Krisis di Tengah Perang
Longsor ini terjadi di tengah konflik sipil Sudan yang sudah berlangsung sejak April 2023. Perang saudara telah memaksa jutaan orang mengungsi, ribuan lainnya tewas, dan sistem negara porak-poranda. Tragedi Tarasin memperparah luka lama yang belum sembuh, menambah daftar panjang penderitaan rakyat Sudan.
Suasana di Lapangan
Warga yang selamat bercerita, desa mereka βliterally hilang dari petaβ. Rumah-rumah terkubur, suara tangisan terdengar di balik puing, dan banyak keluarga kehilangan segalanya. Situasi ini meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak yang kini kehilangan orang tua.
Dunia Ikut Prihatin
Organisasi internasional, termasuk Save the Children dan sejumlah lembaga PBB, menyerukan aksi cepat untuk menyalurkan bantuan. Mereka menekankan pentingnya dukungan global karena Sudan saat ini menghadapi βbencana berlapisβ: perang, pengungsian, kelaparan, dan kini longsor mematikan.
Tragedi yang Menggugah
Desa Tarasin mungkin sudah terkubur, tapi kisah warganya jadi pengingat buat dunia. Bahwa di tengah konflik dan bencana, solidaritas global bukan sekadar pilihan-tapi kebutuhan mendesak.